KataKunci : Pluralisme, Multikulturalisme, Agama Buddha PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, adat-istiadat serta suku bangsa. Keberagaman di Indonesia hendaknya diwaspadai Selainitu titik temu antara ajaran puasa dalam agama Hindu dengan agama Budha adalah puasa dilakukan untuk tercapainya ketenangan batin/jiwa. Persamaan lainnya dalam puasa Hindu dan Budha dapat dilihat dari segi waktu. Waktu dimana kedua agama ini melakukan puasa adalah pada saat bulan gelap dan bulan terang. IIBERDANA MENURUT KITAB PALI Lily de Silva. Dana, atau perbuatan memberi (berdana), dalam Kitab Pali dipuji sebagai kebajikan yang besar. Memang dana merupakan titik mula pada jalan menuju Pembebasan. Bila berkotbah kepada orang baru, Sang Buddha memulai kotbah bertahap Beliau dengan penjelasan terperinci mengenai keluhuran berdana (danakatha Vin. 1, 15, 18). Terlebihdalam ajaran agama Buddha berdana memiliki tempat dan pengertian yang paling istimewa dan khusus, yaitu sebagai pondasi dan benih perkembangan spiritual. (tiga) macam dana: 1. Amisa-dana : yaitu pemberian dalam bentuk materi yang terdiri dari: Jika dana diberikan kepada diluar agama Buddha yang tidak memiliki kemelekatan DalamAgama Buddha, Dana patut diberikan kepada siap saja yang memerlukan, namun selain hal tersebut , dikenal pula tentang adanya lapangan yang subur dalam Sappurisa Dana 8 yang artinya 8 macam cara berdana dari orang yang baik. 1) Sucim Deti Artinya berdana barang yang bersih (halal),yang benar-banar merupakan hasil Sedangkandalam Agama Katolik, dikenal dengan istilah Hukum Tabur Tuai, apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Entah perbuatan baik yang ditabur maupun perbuatan yang buruk, itulah yang Buddhamemberikan sabdanya tentang arahat: 1. Orang yang telah menyelesaikan perjalanannya telah bebas dari segala hal, telah menghancurkan semua ikatan; maka dalam dirinya tidak ada lagi demam nafsu. 2. Orang yang telah sadar dan meninggalkan kehidupan rumah tangga, tidak lagi terikat pada tempat kediaman. oQiI7o. Sumber Dalam agama Buddha, berdana adalah perbuatan baik yang sangat mudah dilakukan, dan merupakan awal dari semua perbuatan baik lainnya. Berdana tidak sebatas pemberian materi berupa barang dan uang, karena istilah berdana diartikan sebagai melepaskan apa yang kita miliki dan memberikan dengan tulus serta ikhlas baik berupa barang, uang, tenaga, rasa aman, maupun nasihat atau ajaran benar. Pada saat berdana hendaknya dilandasi dengan penuh keyakinan, ikhlas, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurut bentuknya, berdana dalam agama Buddha dikelompokkan dalam empat jenis, yaitu Sumber 1. Amisa DanaAmisa dana merupakan dana yang dilakukan dalam bentuk materi. Misalnya berdana jubah kepada anggota sangha, memberikan uang kepada pengemis, menyumbangkan pakaian dan makanan kepada korban bencana, berdana buah untuk altar vihara, dan sebagainya. Sumber 2. Paricaya DanaSelain dalam bentuk uang atau materi, kita juga bisa berdana dalam bentuk tenaga. Misalnya membantu ayah & ibu membersihkan rumah, ikut berpartisipasi mempersiapkan acara perayaan hari-hari besar, membersihkan tempat ibadah, dan sebagainya.. Sumber 3. Abhaya DanaYaitu dana berupa pemberian rasa aman, nyaman, saling memaafkan, dan menyelamatkan makhluk-makhluk yang menderita. Misalnya memaafkan teman kita yang bersalah kepada kita; membebaskan mahkluk lain yang sedang menderita, bersikap ramah, murah senyum, dan peduli. Sumber 3. Dhamma DanaYaitu memberi bantuan ilmu pengetahuan baik tentang ajaran Buddha maupun ilmu pengetahuan yang lain. Misalnya seorang bhikkhu mengajarkan tentang ajaran buddha, seorang guru yang sedang memberi ilmu pengetahuan kepada siswanya. Praktik kebajikan dengan berdana tentunya akan membawa manfaat bagi kita di kehidupan saat ini ataupun kehidupan yang akan datang. Dalam Anguttara Nikaya IV, 62 dijelaskan bahwa dana yang diberikan tanpa pengharapan apapun dapat membawa seseorang terlahir di alam brahma. Dengan berdana berarti kita telah praktik dhamma untuk mengikis kekotoran batin lobha atau keserakahan, dosa kebencian dan moha kebodohan batin.

macam macam dana dalam agama buddha