Campuranyang membentuk larutan penyangga adalah. Dilihat dari pH maka penyangga asam memiliki pH 7 sedangkan penyangga. Asam asetat dan natrium asetatc. PH larutan yang terjadi adalah. 100 ml Asam Asetat 02 M 100ml NaOH 01M3. 50n mL HI 02M50mL NH 01N. Asam asetat dan natrium sulfatb. Campuran berikut yang membentuk larutan penyangga adalah.
24 Jumlah mol natrium asetat yang harus dicampurkan dengan asam asetat 0,1 M (Ka = 1 x 10-5) dalam 1 liter larutan dengan pH = 6 adalah A. 0,1 mol B. 0,2 mol C. 0,5 mol D. 1,0 mol E. 2,0 mol 25. Campuran di bawah ini harga pH = pKa A. 100 ml CH3COOH 0,1 M + 100 ml NaOH 0,1 M B. 100 ml CH3COOH 0,1 M + 50 ml NaOH 0,1 M
Berdasarkansoal, larutan penyangga dengan pH < 7 ditunjukkan oleh nomor 1 dan 3. 100 mL 0,1 M dan 50 mL NaOH 0,1 M Campuran ini terdiri dari asam lemah () dan basa kuat (NaOH). Reaksinya akan menyisakan asam lemah. 100 mL HCN 0,1 M dan 100 mL NaCN 0,1 M NaCN merupakan garam yang terbentuk dari reaksi NaOH dan HCN.
jawabanyang benar adalah A. Pembahasan: Campuran Dibawah Ini Yang Menghasilkan Sistem Buffer Dengan Ph 7 Larutan buffer basa memiliki pH > 7. Larutan buffer basa merupakan campuran basa lemah berlebih dengan asam kuat yang menghasilkan garam asam konjugasi. Maka campuran yang menghasilkan sistem buffer basa adalah 50 ml 0,2 M + 50 ml 0,1 M.
Campurandibawah ini yang menghasilkan pH kurang dari 7 adalah . 1) dalam 1 liter air terdapat 0,1 mol NH3 dan 0,1 mol NH4Cl. 2) 100 ml Ca(OH)2 0,1 M + 100 ml NaOH 0,1 M. 3) 100 ml NH4OH 0,1 M + 100 ml HCl 0,1 M. 4) 100ml NH4OH 0,1 M + 100ml HCl 0,05 M. Larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan . A. Asam nitrat dan Na-asetat
Jawabanjawaban yang benar adalah A. Pembahasan Larutan buffer basa memiliki p H > 7. Larutan buffer basa merupakan campuran basa lemah berlebih dengan asam kuat yang menghasilkan garam asam konjugasi. Maka campuran yang menghasilkan sistem buffer basa adalah 50 ml 0,2 M + 50 ml 0,1 M. Jadi, jawaban yang benar adalah A.
Sedangkanpada reaksi asam kuat dan basa kuat yang keduanya habis bereaksi akan menghasilkan pH campuran sama dengan 7. Harga pH = 7 menunjukkan bahwa larutan campuran memiliki sifat netral. Contoh Cara Menghitung pH Campuran dengan Sisa Asam/Basa Kuat:
FTtDiF. Ilustrasi oleh Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang mengandung asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya yang tahan terhadap perubahan pH. Dengan kata lain, buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan kondisi pH suatu larutan. Seperti halnya pada tubuh manusia menerapkan sistem buffer sebagai larutan untuk mempertahankan pH darah tetap pada kondisi netral. Oleh karena itu larutan penyangga ini sangat bermanfaat bagi kehidupan. Pengertian Larutan PenyanggaKonsep Larutan PenyanggapH Larutan PenyanggaRumus Larutan PenyanggaContoh Soal Larutan Penyangga dan Pembahasannya Larutan penyangga adalah larutan yang mampu mempertahankan derajat keasaman pH pada saat asam atau basa dimasukkan dalam suatu larutan. Larutan penyangga disebut juga “buffer” atau “penahan”. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai reaksi kimia yang merupakan reaksi asam basa. Misalnya, reaksi beberapa enzim pencernaan dalam sistem biologis. Enzim pepsin yang berfungsi memecah protein dalam lambung hanya dapat bekerja optimal dalam suasana asam, yakni pada sekitar pH 2. Dengan kata lain, jika enzim berada pada kondisi pH yang jauh berbeda dari pH optimal tersebut, maka enzim dapat menjadi tidak aktif bahkan rusak. Oleh karena itu, perlu ada suatu sistem yang menjaga nilai pH di mana enzim tersebut bekerja. Sistem untuk mempertahankan nilai pH inilah yang disebut dengan larutan penyangga. Berikut ini yang termasuk dalam larutan buffer. 1. Campuran asam lemah dengan garam yang berasal dari asam lemah tersebut. Contoh CH3COOH dengan CH3COOK 2. Campuran basa lemah dengan garam yang berasal dari basa lemah tersebut. Contoh NH4OH dengan NH42SO4 Larutan buffer memiliki sifat-sifat sebagai berikut. Jika diencerkan maka pH larutan hanya sedikit berubah bahkan tidak terjadi ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa maka pH larutan hanya sedikit berubah bahkan tidak terjadi perubahan. Dengan sifat-sifat tersebut, tentunya larutan buffer memiliki bermacam fungsi supaya pH larutan tetap stabil/konstan. Konsep Larutan Penyangga a. Larutan penyangga asam Larutan buffer asam mempertahankan pH pada suasana asam pH 7. Larutan buffer basa terdiri dari komponen basa lemah B dan basa konjugasinya BH+. Larutan seperti ini dapat diperoleh dengan mencampurkan basa lemah B dengan garam asam konjugasinya BHX, yang dapat terionisasi menghasilkan ion BH+mencampurkan suatu basa lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu asam kuat sehingga bereaksi menghasilkan garam asam konjugasi dari basa lemah tersebut. Contoh larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ Dalam larutan tersebut, terdapat kesetimbangan NH3aq + H2Ol ⇌ NH4+aq + OH−aq Pada penambahan asam H+, kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan, yakni reaksi pembentukan NH4+ dan OH−, sebagaimana untuk mempertahankan konsentrasi ion OH− yang menjadi berkurang karena H+ yang ditambahkan bereaksi dengan OH− membentuk H2O. Pada penambahan basa OH−, kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri, sehingga reaksi mengarah pada pembentukan NH3 dan air. Dengan kata lain, basa yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponen asam konjugasi NH4+. pH Larutan Penyangga a. Larutan penyangga asam Dalam larutan buffer asam yang mengandung CH3COOH dan CH3COO−, terdapat kesetimbangan CH3COOHaq ⇌ CH3COO−aq + H+aq Setelah disusun ulang, persamaan pH larutan di atas akan menjadi persamaan larutan penyangga yang dikenal sebagai persamaan Henderson – Hasselbalch sebagaimana persamaan berikut ini Jika a = jumlah mol asam lemah, g = jumlah mol basa konjugasi, dan V = volum larutan penyangga, b. Larutan penyangga basa Dalam larutan buffer basa yang mengandung NH3 dan NH4+, terdapat kesetimbangan NH3aq + H2Ol ⇌ NH4+aq + OH−aq Jika b = jumlah mol basa lemah, g = jumlah mol asam konjugasi, dan V = volum larutan penyangga, Rumus Larutan Penyangga 1. Buffer asam asam lemah + basa konjugasinya[H+] = Ka . pH = – log [H+] 2. Buffer basa basa lemah + asam konjugasi[OH–] = Kb . pOH = – log [OH–] pH = 14 – pOH Contoh Soal Larutan Penyangga dan Pembahasannya Sebanyak 200 ml larutan penyangga mangandung NH3 dan NH4Cl masing-masing 0,05 M. Tentukan pH larutan tersebutTentukan pH larutan setelah ditambah 2 ml HCl 0,05 MTentukan pH larutan setelah ditambah 2 ml NaOH 0,05 M Kb NH3 = 1 . 10-5 Jawaban 1. Menentukan pH Larutan mmol NH3 = M . V = 0,05 . 200 = 10 mmolmmol NH4Cl = M . V = 0,05 . 200 = 10 mmol NH4Cl → NH4+ + Cl– garam asam konjugasi 10 mmol 10 mmol[OH–] = Kb . [OH–] = 10-5 . [OH–] = 10-5 pOH = – log [OH–] pOH = – log 10-5 pOH = 5 pH = 14 – pOH pH = 14 – 5 pH = 9 Jadi, pH larutan penyangga tersebut adalah 9. 2. Menentukan pH larutan setelah ditambah 2 ml HCl 0,05 M mmol HCl = M . V = 0,05 . 2 = 0,1 mmol HCl → H+ + Cl– 0,1 mmol 0,1 mmol [OH–] = Kb . [OH–] = 10-5 . [OH-] = 10-5 . 0,9802 pOH = – log 10-5. 0,9802 pOH = – log 10-5 – log 0,9802 pOH = 5 – -0,0087 pOH = 5,0087 pH = 14 – pOH pH = 14 – 5,0087 pH = 8,9913 Jadi, pH larutan penyangga setelah ditambah larutan HCl tersebut adalah 8,9913. 3. Menentukan pH larutan setelah ditambah 2 ml NaOH 0,05 M mmol NaOH = M . V = 0,05 . 2 = 0,1 mmol NaOH → Na+ + OH– 0,1 mmol 0,1 mmol [OH–] = Kb . [OH–] = 10-5 . [OH-] = 10-5 . 1,0202 pOH = – log 10-5 . 1,0202 pOH = – log 10-5 – log 1,0202 pOH = 5 – log 1,0202 pOH = 5 – 0,0087 pOH = 4,9913 pH = 14 – pOH pH = 14 – 4,9913 pH = 9,0087 Jadi, pH larutan penyangga setelah ditambah larutan NaOH tersebut adalah 9,0087. Dari perhitungan-perhitungan di atas, terbukti bahwa dengan ditambahkannya sedikit asam atau basa ke dalam larutan penyangga, pH relatif konstan. Demikianlah pembahasan tentang Larutan Penyangga atau buffer, baik dari segi pengertian, konsep komponennya, rumus dan contoh soal. Semoga bermanfaat! Referensi
Larutan penyangga adalah larutan yang digunakan untuk menstabilkan pH saat ada penambahan asam, basa, atau garam. Larutan ini dibentuk lewat reaksi antara asam lemah dan basa konjugasinya ion X–, serta basa lemah dan asam konjugasinya ion YH + . Larutan penyangga ada 2 jenis, larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Halo Quipperian, saat mempelajari Kimia, materi apa sih yang kalian suka? Jangan lewatkan artikel terbaru Quipper Blog kali ini ya, karena Quipper Blog akan membahas materi larutan penyangga dan manfaatnya dalam kehidupan. Pernahkah kalian berpikir bagaimana kadar pH dalam darah bisa tetap stabil, meskipun asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh bervariasi? Tidak hanya itu, bagaimana cara ludah beradaptasi dengan tingkat keasaman yang masuk ke dalam mulut? Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, Quipperian harus memahami apa itu larutan penyangga. Pada prinsipnya, larutan penyangga dibuat untuk menstabilkan kadar pH, baik pH dalam tubuh maupun reaksi-reaksi kimia di laboratorium. Lalu, apa sebenarnya larutan penyangga itu dan seperti apa manfaatnya dalam kehidupan? Yuk, kita belajar lebih dalam mengenai materi larutan penyangga dalam artikel ini! Pengenalan Materi Larutan Penyangga Larutan penyangga atau biasa disebut bufferatau dapar merupakan larutan yang digunakan untuk mestabilkan pH saat terjadi penambahan asam, basa, atau garam. Artinya, pH larutan penyangga tidak akan berubah secara signifikan saat ditambahkan asam, basa, atau garam. Mengapa bisa demikian? Karena di dalam larutan penyangga terdapat komponen asam yang mampu menahan kenaikan pH secara berlebih dan komponen basa yang mampu menahan penurunan pH secara berlebih. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa larutan penyangga dibentuk melalui reaksi antara asam lemah dan basa konjugasinya ion X– serta basa lemah dan asam konjugasinya ion YH+. Sebagai contoh, jika suatu larutan mengandung CH3COOH dan ion CH3COO–, artinya larutan tersebut merupakan larutan penyangga, di mana CH3COOH merupakan asam lemah, sedangkan CH3COO–merupakan basa konjugasi. Bagaimana Quipperian, sudah paham kan sekilas tentang pengertian larutan penyangga? Lantas, apa sajakah jenis-jenis larutan penyangga itu? Jenis-jenis Larutan Penyangga Secara umum, larutan penyangga dibagi menjadi dua jenis, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. 1. Larutan penyangga asam Larutan penyangga asam merupakan larutan penyangga yang terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya. Larutan penyangga ini berfungsi untuk mempertahankan pH pada kondisi asam pH 7. Adapun contoh larutan penyangga basa adalah campuran antara NH4OH dan NH4Cl. Campuran tersebut mengandung asam konjugasi NH4 +. Setelah Quipperian tahu jenis-jenis larutan penyangga, kini saatnya mempelajari bagaimana sihpembuatan larutan penyangga. Pembuatan Larutan Penyangga Seperti pembahasan sebelumnya, bahwa larutan penyangga dibedakan menjadi dua jenis, yaitu larutan penyangga asam dan basa. Berikut ini akan dijabarkan tentang proses pembuatan keduanya. 1. Pembuatan larutan penyangga asam Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah dan basa konjugasi. Untuk membuat larutan ini, hal yang harus dilakukan adalah mencampurkan asam lemah dan garamnya atau bisa juga dengan mencampurkan asam lemah berlebih dengan basa kuat. 2. Pembuatan larutan penyangga basa Larutan penyangga basa terdiri dari basa lemah dan asam konjugasinya. Untuk membuat larutan ini, hal yang harus dilakukan adalah mencampurkan basa lemah dan garamnya atau bisa juga dengan mencampurkan basa lemah berlebih dengan asam kuat. Kapasitas Larutan Penyangga Pada dasarnya, larutan penyangga memegang peranan penting untuk mempertahankan pH dalam rentang tertentu. Artinya, semakin besar kemampuan larutan penyangga untuk mempertahankan pH, semakin baik pula kualitasnya. Nah, kemampuan larutan penyangga untuk mempertahankan pH inilah yang disebut sebagai kapasitas larutan penyangga. Terdapat dua faktor yang memengaruhi kapasitas larutan penyangga, yaitu sebagai berikut. 1. Jumlah mol Semakin besar jumlah mol asam/basa dan asam konjugasi/basa konjugasi, semakin besar pula kemampuan larutan untuk mempertahankan pH. Contohnya, 2 mol CH3COOH dan 2 mol CH3COONa memiliki kapasitas larutan penyangga lebih besar daripada 1 mol CH3COOH dan 1 mol CH3COONa. 2. Perbandingan jumlah mol Perbandingan jumlah mol juga memegang peranan penting untuk menentukan kapasitas larutan penyangga. Semakin besar perbandingannya, semakin baik sifat larutan penyangga tersebut. Sebagai contoh, yaitu kapasitas larutan penyangga 1 mol CH3COOH dan 1 mol CH3COONa lebih besar daripada 1 mol CH3COOH dan 2 mol CH3COONa. Hal itu dikarenakan perbandingan jumlah 1 mol CH3COOH dan 1 mol CH3COONa adalah 1 1 bernilai 1, sedangkan 1 mol CH3COOH dan 2 mol CH3COONa adalah 1 2 bernilai 0,5. Sampai sini, semakin paham kan Quipperian? Selanjutnya, akan dijelaskan cara kerja larutan penyangga, sehingga diharapkan mampu menjawab pertanyaan Quipperian, mengapa kok larutan penyangga bisa mempertahankan pH dalam larutan. Cara Kerja Larutan Penyangga Di dalam larutan penyangga terdapat asam/basa beserta asam konjugasi/basa konjugasi. Keduanya akan membentuk kesetimbangan ion di dalam air. Kesetimbangan ion itulah yang nantinya membuat larutan penyangga bisa bertahan pada rentang pH tertentu saat ditambahkan sedikit asam atau basa. Bagaimana bisa? Contohnya sebagai berikut. Jika di dalam campuran asam lemah CH3COOH dan basa konjugasi CH3COO–ditambahkan sedikit asam, maka ion H+akan bereaksi dengan ion negatif dari basa konjugasi CH3COO–. Akibatnya, penambahan asam tersebut tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Jika di dalam campuran basa lemah NH4OH dan asam konjugasi NH4 +ditambahkan sedikit basa, maka ion OH–akan bereaksi dengan ion positif dari asam konjugasi NH4 +. Akibatnya, penambahan basa tersebut tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Perhitungan Larutan Penyangga Masalah hitung menghitung tidak hanya ada di Matematika saja ya, Quipperian. Ternyata, Kimia juga menerapkan hitung-hitungan di setiap pemecahan masalahnya. Kali ini, Quipperian akan diajak untuk memahami perhitungan larutan penyangga. 1. Larutan penyangga asam Larutan penyangga asam mengandung ion H+di dalamnya. Tugas Quipperian nantinya adalah menentukan konsentrasi ion H+di dalam larutan dengan persamaan berikut. Keterangan [H+] = konsentrasi ion H+; K a = konstanta ionisasi asam lemah; a= mol asam dalam larutan penyangga; g= mol garam dalam larutan penyangga; valensi = jumlah anion sisa asam yang dilepaskan garam; dan gx valensi = mol basa konjugasi. 2. Larutan penyangga basa Nah, kebalikan dari larutan penyangga asam, larutan penyangga basa mengandung ion OH–di dalamnya. Tugas Quipperian nantinya adalah menentukan konsentrasi ion OH–di dalam larutan dengan persamaan berikut. Keterangan [OH–] = konsentrasi ion OH–; K b = konstanta ionisasi basa lemah; b= mol asam dalam larutan penyangga; g= mol garam dalam larutan penyangga; valensi = jumlah kation sisa basa yang dilepaskan garam; dan gx valensi = mol asam konjugasi. Paparan di atas merupakan ulasan singkat tentang larutan penyangga ya, Quipperian. Selanjutnya, kamu akan diajak untuk mempelajari manfaat larutan penyangga dalam kehidupan. Manfaat Larutan Penyangga Ternyata, larutan penyangga juga bermanfaat lhodalam kehidupan. Ingin tau apa saja? 1. Mempertahankan pH dalam darah Sebagai zat transportasi di dalam tubuh, darah memegang peranan penting dalam sistem metabolisme, khususnya pengangkutan oksigen dan karbondioksida. Oleh karena itu, darah harus selalu berada pada pH tertentu, yaitu 7,4. Untuk mempertahankan pH tersebut, di dalam darah terdapat beberapa jenis larutan penyangga, contohnya larutan penyangga karbonat, larutan penyangga hemoglobin, dan larutan penyangga fosfat. 2. Larutan penyangga di dalam air ludah Makanan yang masuk ke dalam mulut, tentu akan memengaruhi tingkat keasaman di dalamnya. Kadar pH di dalam mulut harus selalu konstan agar tidak merusak email gigi, yaitu pada kisaran 6,8. Jika mulut berada pada kondisi yang terlalu asam, maka email gigi akan terkikis sedikit demi sedikit. Akibatnya, kuman-kuman bisa dengan mudah masuk ke dalam gigi. Untuk mempertahankan pH tersebut, air ludah akan mengeluarkan larutan penyangga fosfat. Larutan penyangga ini bisa menetralkan asam sisa-sisa makanan. 3. Menjaga keseimbangan pH pada tanaman Beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai beralih menggunakan sistem hidroponik untuk menanam berbagai jenis tanaman. Saat menerapkan hidroponik, media tumbuh yang digunakan bukanlah tanah, tetapi air. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika berada pada pH tertentu. Nah, untuk mempertahankan agar pH tanaman konstan dalam media air, dibutuhkanlah suatu larutan penyangga. Biar kamu makin jago dalam materi larutan penyangganya, coba deh kerjakan contoh soal dari Quipper Video di bawah ini. Pasti bisa, kok! Contoh Soal 1 Pembahasan Nah, kira-kira jawabannya apa ya Quipperian? Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya. Di antara lima pilihan jawaban di atas, yang termasuk asam lemah adalah CH3COOH, sedangkan basa konjugasinya adalah CH3COO–. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah CH3COOH dan CH3COO–. Jawaban 5 Contoh Soal 2 Pembahasan Berdasarkan soal di atas, diketahui; a = Mol HCN = 100 mL x 0,1 M = 10 mmol g= Mol NaCN = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol Valensi = 1 K a HCN = 4 x 10-5 Jawab Untuk menjawabnya, Quipperian harus melihat kembali persamaan untuk mencari konsentrasi ion H+, yaitu sebagai berikut. Berdasarkan konsentrasi ion H+di atas, diperoleh pH sebagai berikut. Jadi, pH yang terbentuk dari campuran kedua zat adalah 5 – log 4. Jawaban 3 Contoh Soal 3 Pembahasan Berdasarkan soal di atas, diketahui; b = Mol NH3= 50 mL x 0,2 M = 10 mmol g= Mol NH4Cl = 100 mL x 0,1 M = 10 mmol Valensi = 1 K b NH3= 1 x 10-5 Jawab Untuk menjawabnya, Quipperian harus melihat kembali persamaan untuk mencari konsentrasi ion OH–, yaitu sebagai berikut. Berdasarkan konsentrasi ion OH–di atas, diperoleh pH sebagai berikut. Jadi, pH campuran kedua zat tersebut adalah 9. Jawaban 4 Sudah jelas kan Quipperian, belajar Kimia itu mudah, lho. Terlebih lagi, Kimia erat kaitannya dengan kehidupan, contohnya saja materi larutan penyangga yang telah Quipperian pelajari. Jangan lupa tonton terus Quipper Video ya dan kerjakan latihan soal di dalamnya. Jika Quipperian mau tahu pembahasan materi lain atau materi ini lebih dalam, langsung saja gabung sama Quipper Video! Sumber Penulis Eka Viandari
Larutan penyangga atau disebut dengan buffer adalah salah satu jenis larutan elektrolit yang sangat penting dalam kehidupan. Disinilah terlihat, apakah anda pernah membayangkan bagaimana cara tubuh manusia mempertahankan kondisi pH nya tetap netral, karena ketika pH darah manusia mengalami kenaikan atau penurunan yang drastis akan menyebabkan kematian. Tubuh manusia menerapkan sistem buffer sebagai larutan untuk mempertahankan pH darah tetap pada kondisi netral. Oleh karena itu larutan penyangga ini sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam artikel ini akan dibahas tentang pengertian larutan penyangga atau buffer, sistem buffer dalam tubuh, rumus dan perhitungan pH pada larutan penyangga, serta contohnya. Diakui atupun tidak, ketika suatu larutan mengalami penambahan asam atau basa maka pHnya akan berubah dengan drastis, namun dengan adanya larutan penyangga ini penambahan asam atau basa ke dalam larutan hanya akan mengubah sedikit pH larutan tersebut dan perubahannya tidak signifikan. Oleh karena itu maka dalam larutan penyangga ini banyak digunakan sebagai larutan untuk menjaga suatu larutan supaya memiliki pH yang cenderung tetap dengan berbagai perlakuan kimia. Namun pada aplikasinya, pemilihan larutan buffer untuk mempertahankan pH larutan didasarkan pada rentang pH yang dapat dinetralkan oleh larutan itu sendiri. Rentang pH itu adalah jumlah asam atau basa maksimum yang dapat ditambahkan ke dalam larutan sebelum mengubah pH atau disebut dengan kapasitas buffer. Pengertian Larutan Penyangga Larutan penyangga adalah larutan yang mengandung asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya yang tahan terhadap perubahan pH. Dengan kata lain, buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan kondisi pH suatu larutan. Pengertian Larutan Penyangga Menurut Para Ahli Adapun definisi larutan penyangga menurut para ahli, antara lain; NA Ismayanti 2019, Pengertian larutan penyangga atau dikenal dengan buffer adalah bagian daripada jenis larutan yang senantisa dipergunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu dari perlakuan sedikit asam. Rumus Kesimbangan Larutan Penyangga Buffer Suatu larutan penyangga dapat mempertahankan pH larutan atau resistan terhadap perubahan pH karena adanya kesetimbangan antara asam HA dan juga basa konjugasinya A–. Persamaan yang menggambarkannya yaitu sebagai berikut HA ⇌ H+ + A− Ketika asam kuat ditambahkan maka H+ akan bertambah dalam sistem kesetimbangan tersebut sehingga akan bergeser ke kiri sesuai dengan prinsip Le Chatelier. Hal ini menyebabkan konsentrasi H+ meningkat. Demikian pula jika basa kuat ditambahkan maka konsentrasi ion hidrogen H+ akan berkurang sehingga kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan. Jenis Larutan Penyangga Pada umumnya larutan penyangga atau buffer dibagi menjadi dua macam yaitu buffer asam dan buffer basa. Buffer Asam Sesuai namanya, buffer asam adalah buffer yang ditambahkan untuk mempertahankan suasana asam dalam suatu larutan. Buffer asam ini memiliki pH dibawah 7 dimana pada pH tersebut merupakan pH asam. Buffer asam dapat terbentuk dari campuran larutan asam lemah dengan garam basa konjugasinya atau dapat juga terbentuk dari campuran asam lemah berlebih dengan basa kuat lainnya. Contoh larutan buffer asam dari campuran asam lemah dengan garam basa konjugasi yaitu larutan CH3COOH yang merupakan asam lemah dan ditambah dengan CH3COONa yang merupakan garam basa konjugasinya yang dapat menghasilkan ion CH3COO–. CH3COOH aq ⇌ CH3COO− aq + H+ aq Contoh dari buffer asam dari campuran asam lemah dengan basa kuat yaitu larutan CH3COOH yang berlebih dicampurkan dengan basa kuat NaOH sehingga akan menghasilkan garam basa konjugasi. CH3COOH aq + NaOH aq ⇌ CH3COONa aq + H2O l Buffer Basa Jika buffer asam mampu mempertahankan larutan asam, maka buffer basa adalah lawannya dimana buffer basa merupakan larutan yang mampu mempertahankan pH dari larutan yang bersifat basa. Buffer basa ini dapat terbentuk dari campuran larutan basa lemah berlebih dengan garam asam konjugasinya atau dari campuran basa lemah dengan asam kuat. Contoh buffer basa yang terbentuk dari campuran basa lemah degan garam asam konjugasinya yaitu campuran antara NH3 yang merupakan basa lemah dengan NH4Cl yang merupakan garam asam konjugasi dari NH3. NH3aq + H2Ol ⇌ NH4+aq + OH−aq Contoh buffer basa dari campuran basa lemah dengan asam kuat yaitu campuran antara larutan NH3 berlebih yang merupakan basa lemah dengan HNO3 yang merupakan asam kuat sehingga akan membentuk garam asam konjugasi dari NH3. NH3 aq + HNO3 aq ⇌ NH4NO3 aq Rumus Perhitungan Larutan Penyangga/Buffer Adapun untuk rumus-rumus yang biasa dipergunakan dalam perhitungan larutan penyelenggara khusus untuk pH nya, antara lain adalah sebagai berikut; Larutan Penyangga Asam Pada larutan penyangga asam terdapat kesetimbangan antara asam dengan garam basa konjugasinya, sebagai contoh CH3COOH ⇌ H+ +CH3COO– Berdasarkan persamaan reaksi tersebut maka dapat ditentukan nilai Ka Dimana nilai Ka pada umumnya telah diketahui dan mol asam lemah serta basa konjugasi juga dapat ditentukan. Jika nilai [H+] telah diketahui, maka pH dapat ditentukan melalui rumus berikut pH = – log [H+] Larutan Penyangga Basa Pada larutan penyangga basa terdapat kesetimbangan antara basa lemah dengan garam asam konjugasinya, sebagai contohnya NH3 + H2O ⇌ NH4+ + OH– Berdasarkan persamaan reaksi tersebut maka dapat ditentukan nilai Kb Dimana nilai Kb pada umumnya telah diketahui dan mol basa lemah serta asam konjugasi juga dapat ditentukan. Jika nilai [OH–] telah diketahui, maka pOH dapat ditentukan melalui rumus berikut pOH = – log [OH–] Sedangkan nilai pH dapat dihitung dengan rumus berikut pH + pOH = 14 Maka pH = 14 – pOH Sistem Buffer pH dalam Tubuh Manusia Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa tubuh manusia perlu mempertahankan pH darah untuk tetap dalam pH netral karena ketika pH darah mengalami kenaikan atau penurunan drastis dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu di dalam tubuh manusia, buffer pH darah memiliki peran yang sangat besar dalam mempertahankan kehidupan manusia. Tubuh manusia menggunakan buffer asam lemah yaitu asam karbonat H2CO3 dengan garam basa konjugasinya yaitu HCO3–. Sistem buffer ini mampu menjaga pH darah manusia dalam rentang sehingga tetap aman. Ketika di dalam darah terdapat asam yang cukup kuat maka H+ dari asam tersebut akan bereaksi dengan HCO3– atau garam basa konjugasi melalui arti reaksi kimia H+ + HCO3– ⇌ H2CO3 Namun ketika dalam tubuh kita terdapat basa yang cukup tinggi maka OH– dari basa tersebut akan bereaksi dengan H2CO3 melalui reaksi berikut OH– + H2CO3 ⇌ HCO3– + H2O Melalui adanya sistem buffer tersebut maka pH dalam darah manusia tetap dapat bertahan pada kondisi mendekati netral meskipun adanya zat asam maupun basa yang masuk ke dalam tubuh. Contoh Soal Larutan Penyangga Buffer Agar memperjelas tentang larutan penyangga/buffer ini, maka berikut ini adalah contoh soal serta jawaban yang bisa diberikan. Anatara lain; Nah, itulah tadi artikel yang memberikan penjelasan serta pengulasan terkait dengan pengertian larutan penyangga menurut para ahli, sistem, rumus perhitungan, contoh soal dan jawabannya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca sekalian.
A. ThoriqMahasiswa/Alumni Universitas Sriwijaya04 Juli 2022 0950Jawaban terverifikasiJawaban yang benar adalah E. 50 mL NH4OH 0,2 M + 50 mL HCl 0,1 M. Larutan buffer basa memiliki pH > 7. Larutan buffer basa merupakan campuran basa lemah berlebih dengan asam kuat yang menghasilkan garam asam konjugasi. Maka campuran yang menghasilkan sistem buffer basa adalah 50 mL NH4OH 0,2 M + 50 mL HCl 0,1 M. Dengan demikian, campuran yang menghasilkan sistem buffer dengan pH > 7 adalah 50 mL NH4OH 0,2 M + 50 mL HCl 0,1 M.
KimiaKimia Fisik dan Analisis Kelas 11 SMALarutan PenyanggapH Larutan PenyanggaCampuran di bawah ini yang menghasilkan sistem buffer dengan pH>7 adalah a. .50 ml NH NOH_aq 0,2 M+50 ml HClaq 0,1 M b. .50 ml NH NH_4 Oq 0,1 M+50 ml HClaq 0,1 M c. 50 ml NaOHaq 0,1 M+50 ml CH_3 COOHaq 0,2 M d. 50 ml NaOHaq 0,2 M+50 ml CH{ _3 COOHaq 0,2 M e. 50 ml NaOHaq 0,2 M+50 ml HClaq 0,1 M pH Larutan PenyanggaLarutan PenyanggaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0145Berikutini data uji pH beberapa larutan pH setelah Lar...0335Sebanyak 25 mL larutan CH3COOH 0,2 M Ka=1x10^-5 dicam...0156Ke dalam larutan basa lemah LOH ditambahkan padatan garam...0344Larutan 25 ~mL CH_3 COOH 0,2 MK_a=10^-6 dicampu...
campuran dibawah ini yang menghasilkan sistem buffer dengan ph 7